Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dinasti Umayyah

RANGKUMAN - BAB I

Pada tahun 41 H/661 M, Muawiyah menjadi pemimpin Dinasti Bani Umayyah di Damaskus, setelah Hasan mundur dari jabatan khalifah menggantikan Ali. Tahun tersebut disebut 'Am al-Jamaah (tahun persatuan) karena kaum muslimin bersatu dalam satu kepemimpinan. Dan pada waktu itu juga periode Khulafaurrasyidin berganti dengan periode monarki Dinasti Bani Umayyah yang berkuasa kurang lebih 91 tahun dari 41H/661 M sampai 132 H/750 M.  Selama masa Dinasti Bani Umayyah, imperium Islam berhasil memperluas wilayah sampai batas-batas yang terjauh, membentang dari Lautan Atlantik dan Pyrenees hingga ke Indus dan perbatasan Cina (perluasan ini hampir tak tertandingi sejak masa klasik dan hanya dilampaui pada masa modern oleh kerajaan Inggris dan Rusia).  Kemunduran dan kejatuhan Dinasti Bani Umayyah disebabkan antara lain karena faktor-faktor berikut ini:  Berfoya-foya dalam kemewahan  Kesukuan dan sistem kerajaan  Munculnya Gerakan Abbasiyah, yang terakhir dipimpin oleh Abu Abba...

Pengaruh Peradaban Islam Di Eropa

Islam berkuasa di Spanyol lebih dari tujuh abad. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks. Setelah berakhirnya periode klasik Islam, ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang pada masa klasik. Walaupun banyak saluran bagaimana peradaban Islam mempengaruhi Eropa, seperti Sicilia dan Perang Salib, tetapi saluran yang terpenting adalah Spanyol Islam. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol di bawah kekuasaan Islam jauh lebih maju meninggalkan negara-negara tetangganya di Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains d...

Pusat Peradaban: CORDOBA

Ketika ad-Dakhil berkuasa, Cordoba menjadi ibu kota negara. Ia membangun kembali kota ini dan memperindahnya, serta membangun benteng dan istananya. Agar kota ini mendapat air bersih, digalinya danau yang airnya didatangkan dari pegunungan. Air danau itu, selain dialirkan ke istana dan rumah-rumah penduduk, juga dialirkan melalui parit-parit ke kolam-kolam dan lahan-lahan pertanian. Penduduk Andalusia, termasuk Cordoba memperoleh peran yang sama dalam pembangunan negara. Dinasti Bani Umayyah II mampu menempatkan Cordoba sejajar dengan Konstantinopel dan Bagdad sebagai pusat peradaban dunia. Perkembangan pesat terjadi pada masa al-Mustansir dan al-Muayyad. Pusat kota yang dikelilingi oleh dinding tembok dengan tujuh pintu gerbangnya, pada waktu itu sudah berada di tengah, karena berkembangnya daerah pinggiran di sekitarnya. Daerah pinggiran itu, menurut sejarawan Jurji Zaidan berjumlah 21 distrik, masing-masing distrik memiliki banyak masjid, beberapa pasar, dan pemandian umum. Menurut ...

Perkembangan Peradaban/Kebudayaan Dan Ilmu Pengetahuan di Andalusia

Islam di Andalusia berlangsung sekitar tujuh setengah abad lamanya. Dalam kurun waktu tersebut banyak prestasi yang telah dilakukan oleh para amir, khalifah, penguasa, para ulama, cendikiawan, dan masyarakat, dalam mengembangkan Andalusia dalam berbagai bidang keilmuan dan peradaban. Banyak ahli mengakui pengaruh peradaban Islam terhadap kemajuan-kemajuan Eropa dan dunia Barat pada saat ini. Berikut ini akan diuraikan kemajuan dan prestasi Dinasti Bani Umayyah II di Andalusia. 1. Kebudayaan Non Fisik a. Lembaga Pendidikan Pendidikan dasar bagi anak-anak di Andalusia meliputi kemampuan baca tulis Al-Qur'an, tata bahasa Arab, dan puisi Arab. Pendidikan di Spanyol hampir rata meliputi seluruh penduduk negeri, sehingga sebagian besar muslim, laki-laki dan perempuan saat itu mampu membaca dan menulis. Padahal waktu itu situasi di Eropa masih dalam kondisi kurang begitu berpendidikan. Pendidikan tinggi difokuskan pada tafsir Al-Qur'an, tata bahasa Arab, sejarah, filsafat, puisi, dan ...

Faktor-Faktor Kejatuhan Dinasti Bani Umayyah Di Andalusia

Keruntuhan Dinasti Bani Umayyah II di Spanyol tidak lepas dari sistem kenegaraan yang bersifat monarki atau kerajaan, sehingga banyak di antara para putra mahkota yang tidak layak memimpin dipaksakan sebagai khalifah. Di samping itu, masyarakat Spanyol pada masa Dinasti Bani Umayyah II sangat beragam, dan terdiri atas berbagai unsur: Arab, Barbar, Kristen dan Yahudi. Meski bangsa Arab dan Barbar sama-sama mempunyai andil besar dalam menaklukkan bangsa Goth di Spanyol, namun keadaan dua rumpun etnis ini sangat berbanding terbalik. Oleh bangsa Arab, bangsa Barbar disingkirkan, dan ditempatkan di daerah pegunungan sebagai benteng untuk menangkal serangan bangsa Kristen. Keadaan ini menyulut kecemburuan sosial bangsa Barbar yang juga turut andil dalam penaklukan beberapa wilayah. Mereka mengadakan perlawanan-perlawanan menuntut persamaan derajat karena sama-sama mempunyai andil membesarkan Andalusia. Sementara itu, penduduk yang semula memeluk Kristen, berubah menjadi dua golongan: muslim ...

Fase-Fase Pemerintahan Dinasti Bani Umayyah Di Andalusia

Sejarah perkembangan Islam di Andalusia berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tujuh setengah abad, mulai dari Dinasti Bani Umayyah I, Dinasti Bani Umayyah II, dan era Raja-raja Kecil (Muluku at-Thawaif). Berikut ini adalah periodeisasi kekuasaan Islam di Andalusia dan fase-fase pemerintahan Dinasti Bani Umayyah II di Andalusia. 1. Periode Dinasti Bani Umayyah I di Damaskus (711-755 M)  Pada masa ini Andalusia berada di bawah kekuasaan Dinasti Bani Umayyah I yang berpusat di Damaskus di bawah kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan (705-715 M). Damaskus mengangkat wali di Andalusia. Salah satu penakluk wilayah ini, Musa bin Nushair kemudian digantikan anaknya bernama Abdul Aziz merupakan wali pertama yang bertugas mengelola pemerintahan di Andalusia. 2. Periode Dinasti Bani Umayyah II di Andalusia (138-422 H/756-1031 M)  Dinasti yang didirikan oleh ad-Dakhil ini berlangsung selama dua tiga per empat abad (138-422 H/756-1031 M). Sedangkan para amir dan khalifa...

Berdirinya Dinasti Bani Umayyah Di Andalusia

Islam memasuki wilayah Andalusia di Eropa pada masa pemerintahan Dinasti Bani Umayyah di Damaskus di bawah kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan (705-715). Keberhasilan Abdul Malik sangat didukung oleh panglima perangnya yang handal yaitu Musa bin Nushair (panglima wilayah Barat), dan Hajjaj ibn Yusuf (panglima wilayah Timur). Hajjaj dinilai sangat berhasil meredam gejolak di wilayah Timur seperti Hijaz, Yaman, Yamamah, Basrah, Kufah, Irak dan Persia. Hajjaj dengan dibantu oleh anak tirinya, Qutaibah ibn Muslim, yang juga sebagai Gubernur Khurasan (704), berhasil menaklukan beberapa wilayah antara lain; Transoxiana, Takaristan bagian bawah dengan ibu kotanya Balkh (705), Bukhara (706), sebagian wilayah Samarkand dan Khawarizm (710), Farghanah (713), Kasygar di Turkistan Cina (715), dan sebagian wilayah India. Sedangkan panglima perang kawasan Barat Musa bin Nushair juga melakukan penaklukan ke beberapa wilayah semenanjung Iberia, gerbang Barat Eropa. Musa mengutus panglima bawahannya, T...