Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gerakan Pembaharuan

Dampak Pemikiran Pembaruan di Indonesia

Gerakan pembaruan di negara-negara timur tengah tidak hanya tersebar di lingkungan mereka sendiri, namun juga meluas hingga ke Nusantara. Pengaruh-pengaruhnya antara lain sebagai berikut:  1. Gerakan Paderi  Gerakan pembaruan yang dilakukan oleh Al-Afghani dan Muhammad bin Abdul Wahab sampai juga ke Indonesia terutama terhadap tokoh-tokoh seperti H. Miskin (Kab. Agam, Sumbar), H. Abdul Rahman (Kab. Lima Puluh Kota, Sumbar), H. Salman Faris (Kab. Tanah Datar, Sumbar). Mereka dikenal dengan nama H. Miskin, H. Piobang dan H. Sumanik. Sepulang dari tanah suci mereka terilhami oleh pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab. Mereka pulang dari tanah suci pada tahun 1803 M dan sebagai pengaruh pemikiran para pembaru Timur Tengah tersebut adalah timbulnya gerakan Paderi. Gerakan tersebut bermaksud ingin membersihkan ajaran Islam yang telah bercampur baur dengan perbuatan-perbuatan yang bukan Islam. Hal ini menimbulkan pertentangan antar golongan adat dan golongan Paderi.  2. Munculnya O...

Pemikiran-pemikiran Pembaruan Islam

Gerakan pembaruan Islam yang terjadi di dunia Islam tentu tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh pembaru beserta pemikiran-pemikirannya sebagai bentuk gagasan dalam kebangkitan Islam. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah:  1. Ibnu Taimiyah (w. 1328 M)   Ibnu Taimiyah Jauh sebelum muncul pemikiran wahabi, pada abad ke-14 telah ada tokoh yang menjadi inspirator gerakan pembaruan, bernama Ibnu Taimiyah (1263-1328 M). Ia sangat tidak setuju terhadap sufisme, bidah, dan khurafat yang banyak dilakukan oleh umat Islam pada masa itu. Ia juga menentang taklid buta, dan mewajibkan ide dibukanya kembali pintu ijtihad. Ia menafikan berlakunya ijma' secara hakiki selepas zaman sahabat yang dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam, yang berupa kesepakatan semua mujtahid di kalangan umat Islam pada masa sesudah Rasulullah. Ibnu Taimiyah mengemukakan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam. Ibnu Taimiyah juga tidak setuju terhadap pemuliaan kuburan para wali dan...

Tahap-tahap Pembaruan

Gerakan pembaruan Islam telah melewati proses panjang. Menurut Cendikiawan dari Pakistan Fazlur Rahman (1919-1988 M), proses perkembangan pembaruan Islam paling sedikit telah melewati empat tahap. Keempatnya menyajikan model gerakan yang berbeda. Meski demikian, antara satu dengan lainnya dapat dikatakan sebuah keberlangsungan (continuity) daripada pergeseran dan perubahan yang terputus-putus. Hal ini karena gerakan pembaharuan Islam muncul bersamaan dengan fase-fase kemodernan yang cukup lama terjadi di dunia, yaitu sejak pencerahan pada abad ke-18 dan terus berkembang hingga sekarang. Tahap-tahap gerakan pembaruan Islam dapat dijelaskan sebagai berikut. Tahap pertama, adalah tahap gerakan yang disebut-sebut dengan revivalisme pramodernis (premodernism revivalism) atau disebut juga revivalis awal (early revivalism) . Golongan Revivalis (Pra-Modernis), mulai muncul pada akhir abad ke18 dan awal abad ke-19 yang dipelopori oleh gerakan Wahabiyah di Arab Saudi, Sanusiyah di Afrika Utar...

Latar Belakang Munculnya Gerakan Pembaharuan

Munculnya gerakan pembaruan dan modernisasi di dunia Islam dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah situasi dan kondisi umat Islam sendiri, yaitu antara lain; Pertama, paham tauhid yang dianut kaum muslimin di dunia telah bercampur aduk dengan kebiasaan-kebiasaan yang dipengaruhi oleh tarekat-tarekat, pemujaan berlebihan terhadap para wali dan orang-orang yang dianggap suci, dan hal-hal lain yang bisa membawa kepada kekufuran.  Kedua, sifat jumud membuat umat Islam berhenti berfikir dan berusaha, umat Islam maju di zaman klasik karena mereka mementingkan dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu selama umat Islam masih bersifat jumud dan tidak mau berfikir untuk berijtihad, maka tidak mungkin mengalami kemajuan, untuk itu perlu adanya pembaruan yang berusaha memberantas kejumudan.  Ketiga, umat Islam dalam kondisi terpecah belah. Selama umat Islam terpecah belah, maka umat Islam tidak akan mengalami kemajuan. Umat Islam akan ...